EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS
A.
Model Quantum Learning
Quantum learning berakar dari upaya
Dr. Georgi Lazanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen
dengan apa yang disebutnya sebagai “suggestology” atau “suggest-pedia”.
Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti memengaruhi hasil situasi
belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif ataupun sugesti
negative (Deporter dan Hernacki, 2016).
Quantum Learning adalah kiat, petunjuk,
strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya
ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan
bermanfaat” (Deporter, dkk, 2011).Dengan demikian, pembelajaran kuantum dapat
dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat
yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan peserta didik.
Pembelajaran quantum merupakan model pembelajaran yang
menyenangkan serta menyertakan segala dinamika yang menunjang keberhasilan
pembelajaran itu sendiri dan segala keterkaitan, perbedaan, interaksi serta
aspek-aspek yang dapat memaksimalkan momentum untuk belajar.
Menurut Deporter, ddk (2010), pembelajaran quantum hampir sama dengan
sebuah simfoni yang di dalamnya banyak unsur yang menjadi faktor pengalaman
yang mewarnai hasil akhir yang indah.
B.
Tujuan model quantum adalah sebagai berikut:
1. untuk menciptakan lingkungan belajar
yang efektif.
2. menciptakan
proses belajar yang menyenangkan.
3. menyesuaikan
kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
4. untuk
membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir dan untuk membantu
mempercepat dalam pembelajaran
C.
Prinsip-prinsip
Pembelajaran Kuantum Pembelajaran kuantum menggunakan prinsip-prinsip yang
terdiri dari lima macam, yaitu:
(1)
Segalanya Berbicara,
(2)
Segalanya Bertujuan,
(3)
Pengalaman Sebelum Pemberian Nama,
(4) Akui
Setiap Usaha, dan
(5) Jika
Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan.
Kerangka
rancangan belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR,
diantaranya:
1.
Tumbuhkan
Tahap menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang
akan dilakukan. Melalui tahap ini, guru berusaha mengikutsertakan siswa dalam
proses belajar. Motivasi yang kuat membuat siswa tertarik untuk mengikuti
seluruh rangkaian pembelajaran. Tahap tumbuh bisa dilakukan untuk menggali
permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari, menampilkan suatu
gambaran atau benda nyata, cerita pendek atau video.
2.
Alami
Alami merupakan tahap ketika guru menciptakan atau
mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti semua siswa. Tahap ini memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah
dimiliki. Selain itu, tahap ini juga untuk mengembangkan keinginantahuan siswa.
Tahap alami bisa dilakukan dengan mengadakan pengamatan.
3.
Namai
Tahap namai merupakan tahap memberikan kata kunci, konsep,
model, rumus, atau strategi atas pengalaman yang telah diperoleh siswa. Dalam
tahap ini siswa dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman
yang telah dilewati. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadi sesuatu
lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat digunakan
susunan gambar, warna alat bantu, kertas tulis, dan poster dinding.
4.
Demonstrasikan
Tahap demonstrasi bisa dilakukan dengan penyajian di depan
kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan.
5.
Ulangi
Pengulangan akan memperkuat koneksi saraf sehingga
menguatkan struktur kognitif siswa. Semakin sering dilakukan pengulangan,
pengetahuan akan semakin mendalam. Bisa dilakukan dengan menegaskan kembali
pokok materi pelajaran, member kesempatan siswa untuk mengulang pelajaran
dengan teman lain atau melalui latihan soal.
6.
Rayakan
Rayakan merupakan wujud pengakuan untuk menyelesaikan
partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam ilmu pengetahuan. Bisa dilakukan
dengan pujian, tepuk tangan, dan bernyanyi bersama.
D.
Karakteristik
Model Pembelajaran Quantum
Budiman (2013) menuliskan beberapa
karakteristik umum yang tampak membentuk sosok Quantum Learning sebagai berikut:
1. Berpangkal pada psikologi kognitif,
bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
2. Lebih bersifat humanistis, manusia
selaku pembelajar menjadi pusat perhatiannya.
3. Lebih bersifat konstruktivistis, nuansa konstruktivisme dalam Quantum
Learningrelatif kuat.
4. Berupaya memadukan (mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengolaborasikan
faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan
mental) sebagai konteks pembelajaran.
5. Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan
sekadar transaksi makna.
6. Sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan
tinggi.
7.
Sangat
menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan
atau keadaan yang dibuat-buat.
8. Quantum Learning sangat
menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
9. Memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan
akademis, keterampilan hidup, dan prestasi fisikal atau material.
10. Menempatkan
nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran. Tanpa nilai dan
keyakinan tertentu, proses pembelajaran kurang bermakna.
11. Mengutamakan
keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
12. Mengintegrasikan
totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
E.
Kelebihan
dan Kekurangan Model Pembelajaran Quantum
Shoimin (2014), menuliskan kelebihan dan kekurangan dari
model quantum yaitu:
·
Kelebihan model quantum:
1. Dapat membimbing peserta didik kearah berpikir yang sama
dalam satu saluran pikiran yang sama.
2. Karena lebih melibatkan siswa, saat proses pembelajaran
perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru
sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
3. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak
memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
4.
Proses pembelajaran menjadi lebih
nyaman dan menyenangkan.
5. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyelesuaikan antar
teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba melakukannya sendiri.
6. Karena membutuhkan kreatifitas dari seorang guru untuk
merangsang keinginan bawaan siswa untuk berfikir kreatif setiap harinya.
7.
Pelajaran yang diberikan oleh guru
mudah diterima atau dimengerti oleh siswa.
·
Kekurangan model quantum:
1.
Model ini memerlukan kesiapan dan
perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang
mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
2.
Fasilitas seperti peralatan, tempat
dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
3.
Karena adanya perayaan untuk
menghormati usaha seseorang siswa, baik berupa tepuk tangan, jentikan jari dan
nyanyian dapat mengganggu kelas lain.
4.
Banyak memakan waktu dalam hal
persiapan.
5.
Memerlukan keterampilan guru secara
khusus karena tanpa ditunjang itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.
6.
Diperlukan ketelitian dan kesabaran.
Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan sehingga apa yang
diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.
F.
Langkah-Langkah
Model Pembelajaran Quantum
Langkah-langkah
dari pembelajaran Quantum:
1.
Pengkondisian awal
Tahap ini dimaksudkan untuk menyiapkan mental siswa mengenai
model pembelajaran kuantum yang menuntut keterlibatan aktif siswa. Melalui
pengkondisian awal akan memungkinkan dilaksanakannya proses pembelajaran yang
lebih baik. Kegiatan yang dilakukan dalam pengkondisian awal meliputi:
penumbuhan rasa percaya diri siswa, motivasi diri, menjalin hubungan, dan
ketrampilan belajar.
2.
Penyusunan rancangan pembelajaran
Tahap ini sama artinya dengan dengan tahap persiapan dalam
pembelajaran biasa. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah penyiapan
alat dan pendukung lainnya, penentuan kegiatan selama proses belajar mengajar,
dan penyusunan evaluasi.
3.
Pelaksanaan metode pembelajaran
kuantum
Tahap ini merupakan inti penerapan model pembelajaran
kuantum. Kegiatan dalam tahap ini meliputi T-A-N-D-U-R: penumbuhan minat,
pemberian pengalaman umum, penamaan atau penyajian materi, demonstrasi tentang
pemerolehan pengetahuan oleh siswa, pengulangan yang dilakukan oleh siswa,
perayaan atas usaha siswa.
4.
Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan terhadap proses dan produk untuk
melihat keefektifan model pembelajaran yang digunakan. Langkah- langkah
pembelajaran metode pembelajaran ceramah bermakna dan dilaksanakan dengan
tahap- tahap:
a. Guru mengecek pengetahuan siswa tentang materi yang akan
diajarkan.
b. Guru menerangkan dan menyampaikan materi pelajaran di depan
kelas dengan metode ceramah, di sini siswa mendengarkan apa yang
disampaikan guru dan mencatat hal-hal yang penting di buku tulis.
c.
Guru memberikan contoh soal dan
mengadakan tanya jawab pada siswa tentang materi.
d.
Guru memberikan latihan soal atau
memberi pekerjaan rumah.
e. Guru dan siswa secara bersama- sama membahas hasil pekerjaan
siswa dan mengambil kesimpulan.
f.
Guru mengadakan evaluasi.
Dari Penjelasan diatas
penulis ingin mendiskusikan beberapa pertanyaan:
1.
Apakah model quantum learning
sudah mencangkup karakteristik penilaian k13?
2.
Pada Artikel diatas terdapat
beberapa kelemahan pada model quantum learning, salah satunya membutuhkan waktu
yg sangat banyak, jika guru ingin menggunakan model ini bagaimana cara
mengefesiensikan waktu tersebut??
3.
Jika dilihat dari sintaks
dan langkah-langkah model pembelajaran
ini, sangat mudah diterapkan, mengapa model ini jarang digunakan?
Menanggapi pertanyaan nomor 2. Menurut saya, sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan model ini tidak terlalu banyak. Tidak berbeda dengan model pembelajaran lainnya. Mungkin hanya karena guru belum terbiasa dengan belum menemukan strategi ang efektivitas dengan model ini. Serta pemerintah belum tertarik mengembangkan model pembelajaran Quantum ini. Terimakasih,.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJika dilihat dari sintaks dan langkah-langkah model pembelajaran ini, sangat mudah diterapkan, mengapa model ini jarang digunakan?
BalasHapusDalam Sintaknya (TANDUR) terdapat Alami yang menitik beratkan pada ciptakan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa. Dari hal tersebut sebagai seorang guru sangat sulit mengontrol siswa apakah siswa itu benar-benar belajar atau tidak, dan faham dengan pembelajaran atau tidak.
Salam
Agung Laksono
saya akan menanggapi pertanyaan adri.Emilda mengenai "Jika dilihat dari sintaks dan langkah-langkah model pembelajaran ini, sangat mudah diterapkan, mengapa model ini jarang digunakan?"
BalasHapus-menurut saya, mengapa model ini jarang digunakan karena dalam model ini, guru yang menerapkan model quantum ini harus terlatih dan profesional dan kelas tersebut harus dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai serta model quantum ini banyak membutuhkan waktu dalam penerapannya.
terima kasih.
Terimakasih ulasannya.. Terkait pertanyaan kedua yang merupakan salah satu kekurangan dari model ini yaitu model ini memerlukan banyak waktu, lalu kapan bisa diterapkan? Menurut saya model ini dapat diterapkan saat jam pelajaran lebih panjang. Misalnya guru dapat change waktu dengan guru lain agar pembelajaran bs terselesaikan. Solusi lain adalah kita mempercepat proses pembelajaran namun kita tau resikonya adalah ketidak efektifan proses pembelajaran. misalnya tidak semua kelompok yang mendemonstrasikan hasilkerja kelompok mereka.
BalasHapusAssalamualaikum, saya akan mennggapi pertanyaan ketiga yaitu Jika dilihat dari sintaks dan langkah-langkah model pembelajaran ini, sangat mudah diterapkan, mengapa model ini jarang digunakan? Berdasarkan kekurangannya yaitu Membutuhkan pengalaman yang nyata, Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar dan Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa. Sehingga dalam Sintaksnya yang dinamakan TANDUR guru kesulitan untuk mengimplementasikannya.
BalasHapusAssalmualaikum wr wb
BalasHapusSaya menanggapi pertandayaan no 2 , bagaiman cara mengefesinsi kan waktu pembelajran menggunakan model quantum ini. Menurut saya caranya guru disiplin terhadap waktu yang telah dituangkan dalam rpp karena guru yang mengendalikan proses pembelajaran, ketika proses pembelajaran guru tetap mengawasi dan membatasi agar proses pembelajaran tidak keluar dari konten atau topik yang sedang diajarkan. Selain itu sebaiknya guru bisa memprediksi waktu setiap sintaks model dengan tepat.
Menjawab pertanyaan no.2. Pada Artikel diatas terdapat beberapa kelemahan pada model quantum learning, salah satunya membutuhkan waktu yg sangat banyak, jika guru ingin menggunakan model ini bagaimana cara mengefesiensikan waktu tersebut??
BalasHapusMenurut saya guru lah yang berperan penting dalam suatu pembelajaran jadi diharapakan guru harus dapat memaksimalkan waktu yang ada dengan perencanaan pembelajaran yang baik sehingga tujuan pembelajaranpun tercapai tanpa harus mengambil waktu pada pertemuan berikutnya.
Menanggapi prtanyaan no 1. Mnrt saya pada model Quantum Ini. Tlah memenuhi krateristik penilaian k13. Krna pada pmbelajran ini kita bsa menilai kmampuan kognitif siswa dgn prtanyaan yg d berikan saat lngkah menumbuhkan pngetahua siswa, penilaian afektif saat guru guru menerangka bgaimana sikap siswa trsbt dan penilaian krtampilan saat guru mmberikan tgas d lhat bagaima siswa mnyampaika dn mnjwab prtyaan trsbut dgn gaya yg brbeda..
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapussaya akan menjawab pertanyyan no 3. Menurut saya model ini jarang digunakan karena memerlukan waktu yang lama dalam proses pembelajaran. Hal itu membuat proses pembelajaran tidak efektif, karena sintaks yang membutuhkan waktu lama akan membuat siswa bosan.
Pada Artikel diatas terdapat beberapa kelemahan pada model quantum learning, salah satunya membutuhkan waktu yg sangat banyak, jika guru ingin menggunakan model ini bagaimana cara mengefesiensikan waktu tersebut??
BalasHapuskalau gurunya ingin menggunakan model ini tinggal menyusun waktunya dengan baik di dalam RPP tanpa mengurangi sintaksnya agar tujuannya pembelajarannya tercapai.